Pada hari yang penuh berkah, Ahad 31 Agustus 2025, warga Perumahan Griya Perwira Asri, Perumahan Berlian dan Grand Hayata berkumpul dalam acara Launching Pembangunan Kembali Masjid Al Ikhlas. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah, di mana seluruh lapisan masyarakat bersatu untuk menyongsong pembangunan masjid baru yang lebih representatif, modern, dan bermanfaat luas bagi umat. Suasana penuh semangat dan kebersamaan begitu terasa, menandai dimulainya sebuah kerja besar yang diniatkan semata-mata untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Acara launching dimulai dengan penuh khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Khoirunisa, seorang mahasiswa baru penerima beasiswa di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Momen ini menjadi semakin istimewa karena Khoirunisa merupakan salah satu santri yang pernah tumbuh dan belajar di Masjid Al Ikhlas sejak kecil. Kehadirannya sebagai pembaca Al-Qur’an dalam acara ini menghadirkan nuansa haru dan kebanggaan tersendiri, seakan menegaskan bahwa masjid ini telah dan akan terus menjadi tempat lahirnya generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Diteruskan dengan sambutan dari takmir masjid, H. Sugeng. Dalam sambutannya, takmir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jamaah atas dukungan yang sudah diberikan, baik berupa doa, tenaga, maupun infak. Takmir juga menekankan bahwa pembangunan kembali masjid ini bukan hanya proyek fisik semata, melainkan sebuah perjuangan spiritual yang akan melahirkan amal jariyah bagi seluruh jamaah dan generasi mendatang.
Selanjutnya, H. Joko Mulyanto , perwakilan dari Yayasan Perwira Asri Sejahtera, yang menaungi kegiatan keagamaan di masjid ini nantinya juga memberikan sambutan. Beliau menegaskan komitmen yayasan untuk mendampingi proses pembangunan hingga selesai, serta memastikan masjid baru nantinya dapat dikelola dengan baik. Masjid Al Ikhlas diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan Islam, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi warga perumahan tetapi juga masyarakat sekitar.
Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif, yang memberikan sambutan hangat dan penuh harapan. Dalam pidatonya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga perumahan atas semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan. Beliau berharap Masjid Al Ikhlas yang baru kelak akan menjadi simbol persatuan umat, pusat pembinaan generasi muda, serta benteng moral dan spiritual masyarakat di tengah tantangan zaman, dan tentu saja dukungan dari pemerintah juga di sampaikan untuk pembangunan kembali masjid ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purbalingga bersama beberapa donatur utama, termasuk anggota legislatif yang hadir, turut menyerahkan donasi secara simbolis kepada perwakilan Panitia Pembangunan Masjid Al Ikhlas. Penyerahan ini bukan hanya sebagai bentuk dukungan materi, tetapi juga simbol komitmen bersama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan jamaah untuk menyukseskan pembangunan masjid. Suasana haru dan penuh semangat pun terasa ketika plakat donasi diserahkan, disambut dengan ucapan syukur dan tepuk tangan hangat dari seluruh jamaah yang hadir.
Tidak ketinggalan, Azif Yunan, selaku ketua panitia pembangunan juga menyampaikan laporan terkait perencanaan pembangunan dan strategi pendanaan. Panitia menjelaskan tahapan pembangunan masjid yang direncanakan selesai dalam beberapa fase, termasuk pembangunan ruang utama ibadah, lantai dua, serta sarana pendukung. Dari sisi pendanaan, panitia menegaskan bahwa strategi yang ditempuh adalah dengan mengandalkan partisipasi jamaah, donatur tetap, serta menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang peduli terhadap pembangunan masjid. Termasuk laporan mengenai dana awal yang telah tersedia, sehingga pembangunan masjid sudah bisa dimulai. Laporan ini diharapkan menjadi bentuk transparansi sekaligus menguatkan kepercayaan jamaah untuk bersama-sama menuntaskan amanah besar ini.
Sebagai bentuk pengukuhan, seluruh warga perumahan dinyatakan sebagai “Pejuang Masjid Al Ikhlas”, yang akan bersama-sama mendukung pembangunan hingga tuntas. Simbolisasi ini diwujudkan melalui penyematan PIN khusus kepada perwakilan RT masing-masing, yang disematkan langsung oleh beberapa pimpinan dan tokoh masyarakat. Penyematan ini menjadi penanda bahwa pembangunan masjid bukan hanya tanggung jawab panitia, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh jamaah.
Tak kalah menarik, dalam acara tersebut juga dilakukan pembagian kaleng infaq kepada setiap rumah tangga di perumahan. Kaleng infaq ini bukan sekadar wadah sumbangan, melainkan simbol partisipasi aktif seluruh warga dalam perjuangan membangun rumah Allah. Dari recehan hingga nominal besar, semua infaq yang dikumpulkan adalah bentuk keikhlasan dan cinta jamaah terhadap masjid Al Ikhlas. Inilah cara sederhana namun bermakna untuk melibatkan seluruh keluarga dalam amal jariyah bersama.
Acara launching ditutup dengan tausiyah dan doa bersama oleh Ustadz Ali, memohon kelancaran dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atas pembangunan ini. Suasana optimisme, dan semangat gotong royong begitu terasa di hati jamaah. Dengan semangat persaudaraan, warga Perumahan Griya Perwira Asri, Perumahan Berlian dan Grand Hayata siap bergandengan tangan menjadikan Masjid Al Ikhlas sebagai masjid yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga menjadi cahaya ilmu, ibadah, dan keberkahan yang memancar untuk seluruh umat. (ant)
