Meski masjid utama masih dalam proses pembangunan, semangat jamaah Masjid Al-Ikhlas tidak pernah surut. Setiap hari, rumah TPQ yang kini difungsikan sebagai masjid sementara selalu dipenuhi jamaah yang datang untuk melaksanakan shalat berjamaah, mengikuti kajian, maupun sekadar bersilaturahmi. Meskipun fasilitas masih terbatas dan beberapa bagian bangunan belum sepenuhnya rampung, jamaah tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Bagi mereka, kenyamanan bukanlah alasan utama untuk beribadah. Justru di tengah keterbatasan inilah terlihat ketulusan dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Suasana sederhana tidak mengurangi kekhusyukan shalat maupun kehangatan kebersamaan antarjamaah. Bahkan banyak yang merasa suasana ini menjadi pengingat akan hakikat ibadah: kesederhanaan, kebersamaan, dan keikhlasan.
Semangat jamaah ini menjadi energi positif sekaligus motivasi bagi panitia pembangunan untuk terus berikhtiar menyelesaikan masjid utama. Antusiasme jamaah juga menjadi bukti nyata bahwa masjid bukan hanya sekadar bangunan megah, melainkan pusat kebersamaan dan tempat hati-hati yang rindu pada Allah berkumpul.
